Jawa Timur menjadi proyek percontohan program revitalisasi pasar lelang lokal (PLL) komoditi

M e n u

Rubrik

Ruang Login


Username
Password


Forgot Password

Polling

Bagaimana Menurut Anda Tampilan Website ini

 

Kalender

« Sep 2010 »
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9

Statistik Situs

Visitors :6880 Org
Hits : 34809 hits
Month : 687 Users
Today : 28 Users
Online : 1 Users

Random Links

Departemen Perindustrian RI

View : 47 x hits
Join : 07-Apr-2009 18:14:07

Web-mail

Link Terkait

Artikel

Info Komoditi

Top Download

Pesan Singkat

Visi Disperindag

"Jawa Timur sebagai pusat industri dan perdagangan terkemuka, berdaya saing global dan berperan sebagai motor penggerak utama perekonomian dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat"

Kurs Mata Uang

Inflasi Jawa Timur

 
Maret 20100,21 %
Januari - Maret 20100,65 %
------------------------------------------ Sumber : BPS Jawa Timur

Terjadi Defflasi 0,21 persen

Inflasi Nasional

 
Maret 2010-0,14 %
Januari - Maret 20100,99%
------------------------------------------ Sumber : BPS, Tanda : (-) Deflasi

 grafik



PASAR LELANG KOMODITI KE-70 DI PUSPA AGRO JEMUNDO

Puspa Agro Jemundo Sidoarjo menjadi tempat diselenggarakannya pasar lelang komoditi lokal ke-70 oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Selasa (29/6). Lelang tersebut merupakan kelanjutan dari  lelang sebelumnya dan merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap akhir bulan.

Pasar Lelang Komoditi Ke-69, Hasilkan Transaksi RP 37,9 M

Pasar Lelang komoditi ke 69 yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim di Bank Jatim (selasa 25/05/2010),  menghasilkan transaksi sekitar Rp 37,979 miliar. 

Transaksi terbesar pada lelang kali ini diperoleh dari penjualan sapi potong jenis bali volume 600 ekor, tiap ekor berat 500 kg harga Rp 20.000/kg total Rp 6 miliar atau 15.80 persen dari total penjualan.

Pasar Lelang Ke-68, Beras Dan Sapi Potong Masih Menjadi Primadona

Komoditi makanan pokok beras dan ternak sapi potong masih menjadi primadona di pasar lelang komoditi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim. Hal ini terbukti pada lelang komoditi ke-68, Selasa (27/4) di Rumah Makan Biyung Surabaya, komoditi beras menghasilkan transaksi Rp 16,33 miliar atau 36,43 persen dari total transaksi dan sapi potong Rp 7,92 miliar atau 17,66 persen dari transaksi.

Lelang komoditi yang biasanya diselenggarakan satu bulan sekali di Surabaya kini ditambah dua kali di tingkat Bakorwil. Animo masyarakat terhadap acara lelang cukup besar, contohnya pada setiap lelang penjual dan pembeli yang mengikuti bisa sampai 500-600 orang. Sedangkan transaksi perputaran uang di acara ini juga meningkat yang sebelumnya Rp 30,04 menilar naik menjadi Rp 44,84 miliar.

Lelang Komoditi Ke 67 Disperindag, Sapi Potong Hasilkan Transaksi Rp 3,2 M

Sapi potong asal Jatim tetap menjadi idola pada setiap transaksi lelang komoditi setelah komoditi makanan pokok beras. Di pasar lelang tersebut sapi potong volumenya 1.800 ekor per berat 400 gram dengan harga Rp 22.500/kg total transaksi Rp 16,200 miliar atau 48,66% dari total transaksi dalam pasar lelang komoditi ke 67 yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag Jatim) di Kantor Pusat Bank Jatim Surabaya, Selasa (30/03/10).

Mulai Maret 2010, Disperidag Jawa Timur berencana mengadakan lelang komoditi di tingkat Bakorwil

Mulai Maret 2010, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) berencana akan mengadakan lelang komoditi di tingkat kabupaten/kota, yakni di Kota Batu dan Kabupaten Madiun, dengan lelang lelang di daerah akan bisa mendekatkan produsen dengan konsumen. Biasanya lelang diadakan satu kali dalan sebulan, kini menjadi tiga kali dalam satu bulan, yakni dua di kabupaten/kota dan satu kali di Surabaya. Diharapkan, para produsen dan konsumen yang ada didaerah-daerah di luar Jatim dan kabupaten/kota di Jatim jika ingin mengikuti lelang bulan depan segera mendaftarkan diri ke Dinasperindag Kota Batu dan Kabupaten Madiun.